Bepergian ke Luar Kota di Masa Pandemi

Bepergian ke luar kota di masa pandemi

Berbagi Cerita

Empat bulan telah berlalu sejak pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia. Pada akhir bulan Maret hingga akhir Mei 2020, semua transportasi antar kota tidak beroperasi. Hal ini sebagai upaya pencegahan menyebarnya virus Covid-19. Saat ini, transportasi antar kota sudah berjalan normal dengan tetap mengadakan protokol kesehatan. Beberapa di antara kita pun mulai perlu untuk bepergian ke luar kota karena agenda tertentu yang urgent, termasuk aku. Per Juli 2020 ini, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Oleh karena itu, bepergian ke luar rumah, bahkan ke luar kota, sebenarnya sangat beresiko. Bila kamu memang ingin melakukan perjalanan ke luar kota, sebaiknya karena hal yang sangat penting. Kemudian, apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum keberangkatan? Di artikel ini, aku akan berbagi apa saja yang perlu dipersiapkan untuk kamu yang merencanakan bepergian ke luar kota di masa pandemi ini.

Sumber: Pribadi/July2020

Siapkan Hasil Rapid/Swab Test yang Berlaku 14 Hari Sebelum Keberangkatan

Sebelum mengurus dokumen-dokumen untuk bisa melakukan perjalanan, sebaiknya kamu memastikan bahwa kamu dalam kondisi fit dan sehat 100% ya. Sama sekali tidak demam, gejala flu, batuk, dan tidak enak badan. Setelah itu, siapkan diri untuk melakukan rapid test atau swab test (PCR) di klinik, puskesmas, atau RS terdekat. Berdasarkan pengalaman pribadiku, aku mengambil rapid test di Klinik Lion Air Medika karena biaya tesnya yang lumayan terjangkau, yaitu Rp 95.000,-. Rapid test di klinik Lion Air Medika hanya dapat dilakukan oleh calon penumpang yang membeli tiket pesawat Lion Air ya. Kemudian, hasil rapid test ini kembali aku gunakan ketika aku melakukan perjalanan dengan kereta api. Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) yang awalnya menjadi syarat utama untuk perjalanan udara dan darat sudah dihapus per Juli 2020 ini. Jadi, yang perlu kamu siapkan cukup surat hasil rapid test Covid-19 ya.

Berikut Surat Keterangan Sehat atau Surat Hasil Rapid Test yang aku gunakan.

Sumber: Pribadi/July2020

Jadi, pastikan kamu fit, kemudian lakukan rapid test, dan tibalah di bandara 4 jam sebelum jam keberangkatan atau di stasiun 1 jam sebelum keberangkatan. Setelah memasuki ruang tunggu, kamu bisa mengunduh aplikasi eHAC Indonesia dan mengisi formulir keberangkatan domestik. Setelah mengisi formulir, data kamu akan tersimpan. Ketika kamu tiba di kota tujuan, kamu akan diminta untuk menunjukkan barcode di aplikasi eHAC ke petugas Dinas Kesehatan yang ada di bandara dan stasiun kota tujuan. Berikut tampilan aplikasi eHAC Indonesia ya.

Sumber: kompas.com

Gunakan Masker dan Face Shield Sepanjang Perjalanan

Demi menjaga keamanan diri, pakailah masker dan face shield sepanjang perjalanan. Dengan terus mengenakan dua pelindung tersebut dan menjaga jarak dengan orang lain, aku merasa lebih aman. Memang tidak ada jaminan kalau aku akan bebas dari musuh tak kasat mata(virus Covid-19) itu. Namun, bila ada penumpang lain yang bersin atau batuk, aku akan terlindung dari droplet orang tersebut. Selain itu, pastikan untuk selalu membawa hand sanitizer ya. Setiap kali kamu memegang barang yang sering dipegang oleh orang lain, misalnya meja-kursi tempat duduk, seat belt, gagang pintu kereta, dan lainnya, sebaiknya langsung cuci tangan.

Menjaga Jarak Antar Penumpang

Saat kamu tiba di bandara atau stasiun, pastikan untuk menjaga jarak dengan orang lain. Di loket check in, pihak bandara dan stasiun telah memasang batas berdiri yang harus dipatuhi. Namun, pada praktiknya, banyak calon penumpang yang tidak peduli untuk jaga jarak. Saat aku mengantri di bandara, ada seorang Bapak yang sedang terburu-buru dan tidak menghiraukan jarak. Aku sempat disenggol, dan temanku menegur Bapak ini "Pak, physical distancing lho". Di dalam pesawat Lion Air dan kereta api yang ku tumpangi, tempat duduk antar penumpang diberi jarak. Dengan demikian, pihak penyedia transportasi memberi sedikit rasa aman kepada penumpangnya.


Semoga tulisan ini berguna untuk kamu yang sedang mencari tahu informasi bepergian ke luar kota dengan pesawat atau kereta api di masa pandemi ini. Bila masih ada yang kurang jelas, jangan ragu untuk menelpon pihak maskapai penerbangan atau KAI. Stay safe, healthy, and happy! 

Baca juga: Pelajaran Berharga Selama 7 Tahun Merantau

Comments

  1. Yok jangan ragu pergi ke luar kota ketika ada kebutuhan mendesak, yang penting selalu terapkan protokol.

    ReplyDelete
  2. Asik banget kayanya kak heheh. mampir kak https://mencariangin.com

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Makna Lagu: Untuk Hati yang Terluka oleh Isyana Sarasvati

Pelajaran Berharga Selama 7 Tahun Merantau

Makna Lagu: Manusia Kuat oleh Tulus