Makna Lagu: Takut oleh Idgitaf

Makna Lagu: Takut oleh Idgitaf

Ketika Menjadi Dewasa Terasa Sangat Menakutkan

Penyanyi: Idgitaf / Brigita Meliala

Single: Takut 

Rilis: 1 Oktober 2021

Saat lagu ini rilis, aku merasa lagu ini sangat merangkulku. Rasa takut menjadi dewasa yang begitu nyata tersampaikan dengan begitu indah di dalam setiap lirik lagu ini. Tahun lalu, aku menulis surat cinta untuk diriku sendiri ketika rasa takut ini datang menghampiri. Tahun ini, aku ditemani lagu Takut yang hampir setiap kata-kata di dalamnya sangat mewakili. Sebelum aku menceritakan lebih jauh tentang ketakutan yang aku miliki, kalian boleh mendengar lagu ini terlebih dulu.

Source: Youtube

Lirik Lagu Takut

Sudah di kepala dua, harus mulai dari mana?
Ambisiku bergejolak, 
Antusias tak karuan
Banyak mimpi-mimpi yang 'kan ku kejar

Lika-liku perjalanan
Ku terjebak sendirian
Tumbuh dari kebaikan, bangkit dari kesalahan
Berusaha pendamkan kenyataan bahwa

Reff:
Takut tambah dewasa, Takut aku kecewa
Takut tak seindah yang ku kira
Takut tambah dewasa, Takut aku kecewa
Takut tak sekuat yang ku kira
Aku tetap bernafas, meski sering tercekat
Aku tetap bernafas, meski aku tak merasa bebas

Pertengahan dua lima, selanjutnya bagaimana?
Banyak mimpi yang terkubur
Mengorbankan waktu tidur
Ku tak tahu apa lagi yang 'kan ku kejar
(Back to Reff)

Bridge:
Maaf jika belum seturut yang dipinta
Maaf jika seperti tak tahu arah
Aku sudah dewasa, Aku sudah kecewa 
Memang tak seindah yang ku kira

Aku sudah dewasa, Aku sudah kecewa 
Memang tak seindah yang ku kira
Engkau tetap bernafas, meski sering tercekat
Engkau tetap bernafas, dan langkahmu 'kan terasa bebas
Dan hatimu 'kan terasa bebas
Dan jiwamu 'kan terasa bebas

Makna Lagu Takut Secara Personal

Dari video wawancara Idgitaf di kanal Youtube Volix Media, Idgitaf bercerita bahwa orang tuanya kaget saat mendengarkan lagu terbaru anaknya, "kenapa anak muda zaman sekarang mempunyai perasaan takut dewasa? Aneh sekali, zaman dulu tidak ada yang merasa takut seperti di lagu ini". Namun, ketakutan menjadi orang dewasa terasa begitu nyata bagi anak-anak muda seumuranku (kelahiran 1990-an). Beberapa teman sebayaku bahkan bercerita di twitter, mereka tidak bisa berhenti mendengarkan lagu ini (saking merasa lagu ini mewakili perasaan mereka).

Apa saja yang sebenarnya ditakutkan para anak muda? Apakah takut mimpi tak terwujud? Takut akan kegagalan? Takut ditolak perusahaan impian? Ketakutan masing-masing anak muda tentunya beragam, tergantung situasi seperti apa yang sedang dialami. Apabila kita memperhatikan setiap fase ulang tahun di video lirik Takut di atas, kita melihat dengan jelas bagaimana di awal usia 20, kita merasa sangat semangat. Kita antusias ingin mencapai segala mimpi dan ambisi kita. Seiring berjalannya waktu, saat kita bertumbuh ke usia 23-25, beberapa teman dekat semakin sulit dihubungi karena kesibukan studi atau pekerjaan. Kita pun merasa sendirian dalam menjalani kehidupan menuju seorang 'dewasa'.

Masuk ke bait 2 'pertengahan dua lima, selanjutnya bagaimana?', lirik ini sangat menyentilku. Di usia 25, ketika kebanyakan teman di sekelilingku telah mengambil keputusan besar (seperti akan berkarir jangka panjang di suatu perusahaan ternama atau ada yang menikah dan fokus berumah tangga), aku masih 'belum menjadi apa-apa'. Pada lirik selanjutnya 'banyak mimpi yang terkubur, mengorbankan waktu tidur, ku tak tahu apa lagi yang 'kan ku kejar', bagian ini sama persis seperti yang ku rasakan saat ini. Karena begitu banyak pertanyaan dan harapan dari orang sekitar, aku terus menuntut diriku akan banyak hal. Mulai dari mendaftar pekerjaan yang katanya akan membuatku 'mapan' hingga memikirkan pertanyaan 'kapan menikah' dan 'kapan sukses'. 

Apakah aku yang saat ini tidak cukup baik bagi orang-orang di sekitarku? Bukankah definisi mapan dan sukses tiap orang berbeda-beda? Di tengah pandemi yang segala-galanya menjadi tidak pasti, aku harus menyesuaikan diri dalam banyak hal, tapi aku juga harus mendengarkan suara kiri-kanan yang membuat rasa takut 'menjadi dewasa' semakin nyata.

Bagian selanjutnya sangat mewakili isi hatiku yang terdalam: 'Maaf jika belum seturut yang dipinta, Maaf jika seperti tak tahu arah'. Maaf ya aku belum sukses. Maaf ya aku belum seperti yang diekspektasikan. Ternyata menjadi dewasa tidak semudah dan seindah yang ku bayangkan. 

Namun, untuk saat ini, aku ingin berkata kepada diriku dan semua teman sebayaku "You are enough" (Kamu cukup). Semoga kamu dapat melangkah dengan bebas. Semoga hati dan jiwamu dapat segera terasa bebas. Tidak apa-apa apabila merasa takut, tapi... jangan lupa untuk terus berusaha. Rangkul setiap usaha baik yang telah diperbuat. Kamu berharga :)


Comments