49 Days Left

49 Days Left

My Personal Reflection (in English)

*Untuk terjemahan bahasa Indonesia, bisa langsung gulir (scroll) ke bawah.

Who realises that 2020 is reaching its end within 49 days?
Who has recognised that it has been 8 months since we were asked to stay at home due to COVID-19 pandemic? 
Who have canceled all of the big plans (either to hold a grand wedding party, to travel abroad with friends, to start your study on campus and have face-to-face group discussion, or to celebrate your graduation ceremony together with your classmates in the university hall)?
The answer may vary. To me, barely have I realised that 2020 will almost finish, and here I am, doing nothing specifically meaningful to people around me this year.

I had a lot to complain, so did everyone else. 
Yet... I found out that most of the people around me decided to do the other way around.
Instead of complaining, some decided to smile, to share happiness with others, to never cease praying, and to keep spreading positivity.
I am surrounded by wonderful people and I am so thankful for it.
However, it is okay not to feel okay, though.
It is okay if you feel worn out, hopeless, and unproductive.
In normal days before the pandemic, most of us may try to be as productive as they can be.
However, in this difficult and uncertain situation, I should admit that being positive and productive at the same time is almost impossible.
By being able to make myself stay sane, I feel that's enough.
Many of us may have lost your job, your beloved people, and many other things I cannot mention.
It is a tough time for everyone: for health workers, business workers, aviation and tourism companies, teachers and students, creative industries, and many more.

If you are reading this at the moment, I want to say this to you:
Thank you for surviving, for not giving up on the situation, for believing that "this too, shall pass".
Thank you for taking care of yourself and the people around you very well.
Bunch of thanks for all the hard work.
If today you have food to eat, clothes to wear, and a house to live, be grateful and stay faithful.
Let us maximize these 49 remaining days in 2020 to give the best of ours in everything and to help others every time we get the chance.

Refleksi Pribadi (dalam Bahasa Indonesia)

Siapa yang sadar kalau 2020 akan segera berakhir dalam 49 hari? 
Siapa yang sadar bahwa 8 bulan telah berlalu sejak kita diminta untuk tetap di rumah karena pandemic COVID-19?
Siapa yang telah membatalkan rencana penting (baik rencana mengadakan pesta pernikahan besar-besaran, bepergian ke luar negeri bersama teman-teman, memulai studi dan diskusi kelompok tatap muka, atau merayakan wisuda bersama teman-teman sekelas di aula kampus)?
Jawabannya mungkin beragam. Untukku sendiri, aku hampir tidak sadar bahwa 2020 hampir selesai, dan aku masih di sini, tidak melakukan hal yang secara spesifik bermakna bagi orang-orang di sekitarku tahun ini.

Ada banyak hal yang ingin aku keluhkan, begitupun semua orang.
Namun... yang aku temui, kebanyakan orang di sekitarku melakukan sebaliknya.
Bukannya mengeluh,beberapa dari mereka memutuskan untuk tersenyum, membagikan kebahagiaan kepada orang lain, tidak berhenti berdoa, dan terus menyebarkan hal-hal positif.
Aku dikelilingi oleh orang-orang luar biasa dan aku sangat bersyukur.
Namun, tidak apa bila kita tidak baik-baik saja.
Tidak apa bila kamu merasa lelah, kehilangan arah, dan tidak produktif.
Di situasi normal sebelum pandemi, banyak dari kita yang berusaha menjadi seproduktif mungkin.
Sayangnya, di situasi yang sulit dan serba tidak pasti ini, harus aku akui bahwa menjadi pribadi yang positif dan produktif secara bersamaan hampir tidak mungkin.
Menjaga diri untuk tetap waras saja rasanya sudah cukup bagiku.
Banyak dari kita yang mungkin telah kehilangan pekerjaan, orang kesayangan, dan hal lain yang tidak bisa ku sebut.
Masa yang berat bagi semua orang: bagi para tenaga kesehatan, pelaku usaha, perusahaan penerbangan dan pariwisata, guru dan murid, industri kreatif, dan banyak lagi.

Bila kamu sedang membaca tulisan ini saat ini, aku ingin berkata padamu:
Terima kasih telah bertahan, tidak menyerah pada situasi, dan telah percaya bahwa "badai pasti berlalu".
Terima kasih telah menjaga dirimu dan orang-orang di sekitarmu dengan sangat baik.
Terima kasih banyak untuk kerja kerasmu.
Bila hari ini kamu bisa makan, mengenakan pakaian, dan tinggal di dalam rumah, bersyukurlah dan teruslah beriman.
Mari kita maksimalkan 49 hari terakhir di tahun 2020 dengan memberikan yang terbaik dalam apapun dan membantu orang lain setiap kali kesempatan itu datang.

Baca juga: 

Comments

  1. Yookk...kita isi sisa 49 hari di thn 2020 dgn hal yg berguna

    ReplyDelete
  2. Thank you Chindy for this inspiring sharing to stay hopeful in the middle of hard time. And I want to personally thank you since communication with you is one of the things I'm grateful for in 2020 :D Let's stay hopeful and do our best for the rest of 2020.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Makna Lagu: Kenangan Manis oleh Pamungkas

Makna Lagu: Untuk Hati yang Terluka oleh Isyana Sarasvati

Makna Lagu: Manusia Kuat oleh Tulus