Gas Rumah Kaca dan Efek Rumah Kaca

Translation Portfolio

Below is one of my translation portfolio articles that I did in my Specialised Indonesian class in my master's degree study.

English to Indonesian


Gas rumah kaca bertanggung jawab atas efek rumah kaca. Namun, sebelum kita membahas lebih jauh, mari kita cari tahu apa saja gas rumah kaca itu. Apakah Anda dapat menyebutkan salah satunya?

Gas rumah kaca yang paling terkenal adalah Karbon Dioksida, yang juga dikenal dengan CO2. Gas rumah kaca yang lain adalah metana, karbon monoksida, sulfur dioksida, dinitrogen monoksida, dan uap air.

Gas rumah kaca tidak selalu buruk. Sebenarnya, kita memerlukan beberapa gas rumah kaca di atmosfer untuk menjaga kehidupan di Bumi:

  • Pohon dan tanaman tidak akan bertahan hidup tanpa CO2 karena mereka membutuhkannya untuk fotosintesis.
  • Tanaman saling bergantian menyediakan makanan bagi hewan dan manusia, dan tanaman mengeluarkan oksigen bagi hewan untuk bernafas.
  • Gas rumah kaca juga menjaga agar planet ini tetap hangat untuk makhluk hidup dapat tinggal di dalamnya.


Jadi, mengapa gas rumah kaca dianggap buruk?

Yang menjadi masalah saat ini adalah jumlah gas rumah kaca di atmosfer yang lebih tinggi dibandingkan yang terbuat secara alami, dan hal inilah yang mengubah iklim global.

Efek rumah kaca memiliki arti secara umum bahwa planet ini semakin panas. Namun, beberapa tempat di seluruh dunia menjadi semakin basah; beberapa tempat semakin kering (gurun Sahara menjadi semakin luas dan kemungkinan akan terus meluas karena perubahan iklim), dan beberapa tempat lain semakin berangin. Apa saja efek perubahan iklim yang Anda rasakan tergantung di mana Anda tinggal:

  • Para Inuit di wilayah Artik telah menyaksikan lebih banyak es yang mencair di musim panas dan lebih sedikit es yang membeku di musim dingin.
  • Kota-kota kumuh di Asia dan Amerika Latin mengalami banjir dan badai lebih sering dibandingkan sebelumnya.
  • Orang Eropa menyaksikan lebih banyak kebakaran hutan, gletser yang mencair, dan gelombang panas dibandingkan sebelumnya. Banyak lokasi di Inggris yang mengalami hose pipe ban (larangan penggunaan pipa selang karena keterbatasan pasokan air) di musim panas.

 


Comments on my translation:

The first challenge in translating this text is the word exist. It was mentioned twice in the text: in the third paragraph (…in order for life on Earth to exist) and in the third point of the explanation (…keep the planet warm enough for life to exist). Actually, there is a loanword of exist in Indonesian, which is eksis. However, that word does not provide the same meaning in the context of those sentences. Thus, I adapted two solutions for this challenge, which are analysing the context of each sentence and providing the meaning that is similar to the source text.  For the sentence ‘We actually need some greenhouse gases in the atmosphere in order for life on Earth to exist’, the analysis is that some greenhouse gases in the atmosphere is needed to maintain the life on earth. I translated it into untuk menjaga kehidupan di Bumi because in this context, to exist is meant to keep or maintain the life on Earth. For the next sentence ‘Greenhouse gases also keep the planet warm enough for life to exist’, I translated for life to exist into untuk makhluk hidup dapat tinggal di dalamnya because my analysis is that greenhouse gases keep the temperature of the planet so the living beings are able to live in it.

The second challenge is related to culture gap. It was in the last sentence of the text regarding hosepipe ban in UK. Barely do Indonesian people have hosepipes in their house since raining is frequently happening in Indonesia, especially during raining season. Therefore, most Indonesian water the plants without the use of hosepipe. After doing research in http://hosepipeban.org.uk/, I decided to keep the original term there and put the translation in the brackets. The reason is to keep the culture of the ST exist in the TT, so that when target readers want to find the real issue happening in UK, they can search for the original term.  


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Makna Lagu: Kenangan Manis oleh Pamungkas

Makna Lagu: Untuk Hati yang Terluka oleh Isyana Sarasvati

Makna Lagu: Manusia Kuat oleh Tulus